Minggu, 20 Agustus 2017

Story of my Princess, Alesha...

Tulisan ini adalah untuk mengenang putri-ku yang telah pergi ke langit ke-7, yang sedang menunggu Ayah & Bunda-nya...agar bisa ke Surga bersama-sama.

Alesha lahir pada 22 Januari 2017... buah cinta kami berdua, yang sangat menginginkan anak perempuan, setelah kami dikaruniai anak lelaki yang telah berumur 3,5 tahun.

Bulan pertama kami program untuk punya anak, aku masih belum ada tanda-tanda hamil... walaupun kami berdua memperbanyak makan sayur dan mengurangi daging, yang katanya bisa membuahkan anak perempuan. Entah mitos atau fakta, di bulan kedua hal itu mulai membuahkan hasil. Test pack menunjukkan 2 garis, yang berarti positif.
Bahagia pastinya, apalagi setelah tahu jenis kelaminnya perempuan...  tapi entah kenapa hamil kali ini berbeda...selain merasa mual (yang ga dirasakan di hamil pertama), hamil kali ini kurang bersemangat. Malas minum susu hamil, malas menjaga makanan yang dipantang seperti anak pertama. Sering berjalan juga, bahkan sering naik pesawat. Kenaikan berat badan janin juga agak lambat... beda sekali dengan Chalief, anak pertamaku. Tapi menjelang trimester ketiga, aku mulai bersemangat untuk mencari nama...belanja-belanja sepatu bayi, dan perlengkapan bayi lainnya. Aku merasa agak bersalah dengan kurang persiapan menyambut kehadirannya...yang kadang aku tebus dengan berbelanja keperluannya dengan agak berlebihan. Di bulan ke-7 kehamilan, Ayahnya sangat bersemangat untuk USG 3D/4D dan aku turuti saja. Ada yang aneh ketika USG dilakukan... dokternya sempat bilang, Dokter yang biasa periksa Ibu tidak bilang apa2 ya Bu? dan saya jawab tidak dok... entah apa maksudnya. Sampai akhirnya aku tau jawabannya sendiri beberapa bulan kemudian.

Aku mengalami pendarahan di week 36, lumayan banyak dan harus bed rest di RS selama 3 hari. Dokter hanya bilang, sepertinya jahitan sesar aku bermasalah.. tapi aku tau, itu bukan alasannya, setelah beberapa bulan kemudian.

Tiba saatnya masuk bulan ke-9 dimana posisi si dede masih sungsang, sehingga diputuskan untuk operasi SC di week 38. Dengan mengalahkan perasaan trauma sesar anak pertama, aku mengucap Bismillah untuk sesar kedua ini. Alhamdulillah semua lancar, sampai si bayi lahir... dia hanya menangis "tersendat-sendat", tidak lantang seperti Chalief. Tapi aku belum berpikir macam-macam... aku hanya merasa bahagia dan lega telah melahirkannya dengan selamat. Memang agak aneh ketika aku melihat putriku untuk pertama kalinya... dia tidak mirip dengan Chalief... wajahnya begitu... berbeda.
Ketika tiba waktunya aku bertemu suamiku...aku juga melihat beberapa keanehan dari wajah dan tingkah lakunya, tapi aku pikir dia hanya lelah. 
Sebagaimana wajarnya seorang Ibu yang bahagia baru melahirkan, tentu saja aku broadcast ke sanak saudara dan teman-teman mengenai kelahiran ini...yang entah kenapa membuat suami-ku tidak senang... aku merasa ada yang tidak beres. 
Selang 1 hari, akhirnya aku mendapat berita yang sebenarnya..bahwa ada yang mereka semua sembunyikan dari aku.. mengenai keadaan putri-ku. Ciri-ciri fisiknya menunjukkan bahwa putri-ku dicurigai down syndrome. Dua kata yang sudah cukup membuat hati kami hancur.
Tapi aku belum mau percaya begitu saja..tes kromosom masih harus dilakukan untuk memastikan kecurigaan tersebut. Saat itu kami masih merahasiakan keadaan si baby pada orang-orang selain keluarga dekat. Kami masih belum siap mental menghadapi ini semua dan pada apa yang akan kami hadapi kedepannya.
Tes demi tes pun dilakukan, termasuk tes echo, jantung. Berita buruk berikutnya adalah, terdapat kebocoran jantung tipe VSD yang diderita oleh putri-ku. Dan tak cukup sampai disitu, hal ini mengakibatkan paru-parunya rentan terkena infeksi, yaitu pnemonia. Di usia 3 bulan, dia sudah masuk ruang perawatan dan PICU akibat pneumonia. Alhamdulillah hanya butuh waktu seminggu untuk memulihkan kesehatannya. Setelah ia sembuh, langsung aku membawanya untuk echo ulang di RS Harapan Kita yang menghasilkan kebocoran jantung tipe AVSD, yaitu bukan hanya 1 titik kebocoran, melainkan 2. Dokternya pun menyarankan agar segera operasi untuk menutup kebocoran tersebut. Belum selesai shock kami mendengar masalah operasi, si dede harus mulai minum susu melalui selang dari mulut/hidung agar berat badannya segera naik untuk memenuhi minimal berat badan untuk operasi yaitu 5 kg, lebih baik lagi di 10kg. Dia tidak bisa menyusu dengan normal (langsung) maupun melalui media dot/feeding cup. Nafasnya mudah terengah-engah dan dia rentan tersedak. Apabila sampai tersedak, maka cairan akan masuk ke paru-paru dan itu akan fatal akibatnya. Mulailah segala perjuangan kami dan keluarga yang harus belajar memasang feeding drip ke selang setiap 3 jam sekali untuk memberi dia susu. 

Semua berjalan demikian sampai suatu malam dia terlihat sangat sesak, dan posisi aku sedang diluar kota. Sebelumnya aku sudah bawa dia ke dokter dan di rawat jalan (diberikan obat puyer), tapi sepertinya tidak berhasil. Aku menyarankan agar segera dbawah ke IGD untuk di-uap.. sekitar jam 2 pagi. Selesai di-uap, dokter memperbolehkan untuk pulang..karena sepertinya nafas dede sudah lebih baik. Aku pun tenang melanjutkan kegiatan di luar kota untuk pekerjaanku. Kembali ke rumah, selang beberapa jam...suami-ku melihat keanehan pada putri-ku, pandangannya kosong dan dia sudah mulai membiru. Tanpa banyak basa-basi, putri-ku segera dilarikan kembali ke IGD rumah sakit terdekat dan diberikan pertolongan. Dia sempat kejang dan makin membiru karena kekurangan oksigen dan kembali terkena Pnemonia berat. Aku yang diberi kabar saat itu sempat histeris dan berpikir bahwa ketika tiba di Jakarta nanti, aku hanya bisa memegang jenazah putri-ku. Alhamdulillah Allah masih memberinya umur. Dia bisa diselamatkan dan masuk ruang PICU dengan ventilator sebagai alat bantu nafas. 9 hari dia berada di PICU RS sebelumnya tanpa perkembangan yang berarti. HB yang rendah juga membuatnya harus diberikan transfusi darah. Kami lalu memutuskan agar ia dipindahkan ke RS lain agar bisa tercover BPJS untuk menekan biaya. Alhamdulillah progressnya cukup cepat.. hanya 5 hari dia di PICU, sudah bisa pindah ke ruang rawat inap biasa dan sudah bisa lepas ventilator, walaupun belum bisa lepas oksigen sepenuhnya (masih menggunakan oksigen nasal). Menurut dokter, ketergantungan oksigen ini kemungkinan ini dari jantungnya. Disarankan segera cek ke Dr jantung untuk solusi selanjutnya setelah nanti boleh pulang.
Cukup lama sampai ia diperbolehkan pulang, sekitar 10 hari kemudian, karena demam yang masih naik turun, menandakan infeksinya belum benar-benar sembuh. Sebelum putri-ku pulang, aku dan suami-ku mempersiapkan kamar bayi dengan berbagai macam perlengkapan, layaknya kamar perawatan. Kami beli box bayi, menyewa oksigen 6kg, membeli oksigen portable, nebulizer, alat pengukur oksigen (oxymeter) dll. Bahagia sekali rasanya dia kembali ke rumah, rindu rumah dengan tangisan dan suara bayi.. walaupun masih harus menggunakan oksigen. Tambah lagi 1 selang di wajahnya, selain selang NGT untuk makanannya. Namun, kebahagiaan itu tak berlangsung lama... sehari setelahnya dia sudah kembali demam tinggi, dan 3 hari berselang, dia kembali sesak. Lagi-lagi pnemonia menyerangnya. Entah yang sebelumnya belum tuntas atau ini masalah baru.  Putri-ku kembali dibawa ke IGD dan untuk kesekian kalinya harus dirawat di PICU. Berhubung PICU di RS tersebut masih penuh, maka kami masih antri di IGD sampai beberapa hari kemudian, kembali menggunakan ventilator dan juga harus transfusi darah lagi karena HB yang rendah. 

Di titik ini..stok kesabaran dan keikhlasan-ku tampak mulai menipis. Aku mulai sering menyesali keadaan... aku sudah tidak kuat, tidak tega, bayi sekecil itu yang tanpa dosa, harus merasakan penderitaan seperti ini tanpa berkesudahan. Aku selalu membatin... Nak, berat sekali hidupmu. Harus tersiksa dengan berbagai selang di usia yang masih sekecil itu...andaikan Bunda bisa gantikan, lebih baik Bunda yang tersiksa.

Namun aku masih egois, aku belum bisa berdoa agar diberikan yang terbaik untuknya. Aku selalu berdoa agar Allah berikan kesembuhan padanya, diangkat segala penyakitnya dan keluarga kita bisa berkumpul kembali. Tidak terpencar-pencar seperti ini. Saat itu, anak pertama-ku juga sudah menjadi korban, Ayah Bundanya lebih sering berada di kantor dan di RS daripada di rumah. Otomatis kasih sayang dan perhatian untuknya semakin jauh berkurang. Tapi dia tidak pernah mengeluh, dia selalu menanyakan adiknya..selalu kangen dengan Ayah Bundanya...selalu minta video call dan melihat adiknya lewat Hp. All of this are too much to bear... aku hampir pada titik dimana aku ingin menyerah. Aku tak sanggup lagi menahan cobaan ini... dosa apa aku ya Allah sampai harus diberikan cobaan begitu berat?

Sampai akhirnya tiba di hari Senin, tanggal 14 Agustus 2017, hari ke-4 dia dirawat. Kondisi putri-ku sempat drop di Minggu malam...dan dokter mencurigai ia terkena Asma, selain Pneumonia dan Sepsis akut. Kondisinya sempat membaik di Senin pagi, walaupun masih naik turun. Aku tak kuat lagi melihat penderitaannya. Ba'da sholat Dzuhur, aku berdoa... doa yang tidak pernah berani aku ucapkan. "Ya Allah, apabila Kau takdirkan ia sembuh, tolong sembuhkan segera putri-ku..tapi apabila Kau akan ambil dia, tolong berikan aku keikhlasan untuk menerimanya". Tak berapa lama, kondisinya semakin drop.. semua jenis alat bantu nafas tak lagi mampu memberikan oksigen yang cukup untuk membuatnya bertahan.  Denyut jantungnya semakin pelan, tarikan nafasnya semakin turun..dan aku hanya bisa menangis, sambil menyalahkan semua dokter dan suster di ruangan yang tak becus dalam memberikan pertolongan untuknya. Sampai akhirnya aku sadar, bahwa Allah hanya menjawab doa-ku...semua sudah ketetapan Allah, ini adalah yang terbaik. Untuk Alesha, untuk orang tua-nya, untuk kakak-nya...dia memilih pergi meninggalkan kita semua. Agar kita tak lagi sedih, tak lagi khawatir, tak lagi repot mengurusnya, agar kita tak lagi mengabaikan kakaknya...agar rasa sakitnya hilang dan terbebas dari semua selang serta alat di tubuhnya. 

Alesha Khumaira Shezan... you will always be my daughter, until forever. Bunda yakin Allah sayang padamu, para malaikat disana akan menjagamu, kamu masih suci tanpa dosa dan tak akan dihisab. Maafin Bunda karena tidak mampu menyembuhkanmu.. maafin Bunda karena mungkin sudah salah langkah dalam pengobatanmu, dalam mengurusmu. Bunda bingung, bunda hanya ingin yang terbaik untukmu. Maafkan Bunda ya nak... Bunda rindu kamu, semoga kita bisa bertemu lagi nanti di Jannah yang kekal. Amiiin....

(Peluk Cium dari Ayah & Bunda yang selalu merindukanmu)


#downsyndrome #motherdaughter #family #AVSD


Rabu, 19 Oktober 2016

Nanggroe Aceh Darussalam

Seumur hidup, gak terbayang akan pernah datang ke provinsi ini. Apalagi mengingat peristiwa Tsunami 2006. Tapi ternyata nasib bisa membawa saya untuk bisa mengunjungi provinsi ini, walaupun hanya di Banda Aceh sampai dengan Aceh Besar.

I’ve been to some cities in Indonesia.. walaupun belum pernah ke Indonesia Timur. Dan biasanya jarang sekali pengen nulis tentang suatu kota yang dikunjungi, karena menurut saya biasa aja kota-nya, ga ada yang istimewa, nothing special to write.

Tapi Aceh, sangat berbeda. Nyesel juga kurang lama waktu disini… totalnya +/- hanya 48 jam saja, yang 80% habis untuk tidur dan meeting.  Tapi tetep, banyak kesan yang saya dapatkan.. walaupun awalnya sempat khawatir  dan hanya bisa berdoa semoga gak ada gempa selama disana sehingga bisa kembali ke Jakarta dengan selamat.

Pertama tiba, sudah jam 8.30 malam, berangkat jam 17.45 langsung dari Jakarta by GA.. gak banyak yang bisa dilakukan selain check in hotel dan langsung istirahat. Jadwal flight ke/dari Aceh, memang ga banyak pilihan… dan jam-nya juga menurut saya jam jam yang tanggung.. banyak juga flight yang harus transit via Medan. Untuk airlinesnya, setahu saya hanya Garuda dan Lion saja pilihannya.
Saya menginap di hotel Hermes Palace, Banda Aceh selama 2 malam – hotel paling bagus di Aceh (menurut orang2 disana) selain hotel Oasis, dengan corporate rate 802.000 nett.  Sebenarnya keheranan saya sudah dari sehari sebelumnya ketika coba search hotel lain di Aceh yang lebih murah di website, kok ga ada ya nama2 familiar seperti Aston, Novotel, Horison, Fave, dll dsb…yang biasanya di setiap kota pasti ada. Ternyata menurut orang lokal, pemerintah di Aceh sangat ketat dalam pendirian hotel, tidak mudah bagi investor untuk seenaknya membangun hotel.. karena semua yang berbau “maksiat” diminimalisir sekali. Walaupun kan fungsi hotel bukan hanya tempat maksiat ya, tapi tetep aja, kenyataannya jumlah hotel sangat sedikit di Aceh. Malah katanya yang banyak adalah hotel syariah, semacam wisma. Sayang saya ga sempat lihat, seperti apa sih hotel syariah itu….. Ini awal mula saya mulai kagum dengan kota ini.. luar biasa. Syariat Islam benar2 ditegakkan disini.

Hari kedua, jadwal adalah full meeting di Depo Malahayati, Aceh Besar. Lokasinya ada di pesisir pantai, tanah paling ujung dari pulau Sumatera. Saya bisa melihat pulau Sabang (selama ini saya kira Sabang itu masih di tanah Sumatera) dari kejauhan… dan katanya butuh 45 menit naik speed boat untuk ke pulau Sabang. Semua Depo perusahaan saya kerja ini memang pasti di pinggir laut, karena harus mendekati pelabuhan… fungsi utamanya, agar  lebih mudah ketika cargo aspal datang dari Singapore/negara lain, langsung dialirkan ke tangki aspal storage kami. Hal ini juga lebih menghemat biaya tentunya.   Depo Malahayati, Aceh ini menurut saya punya panorama paling indah dari semua Depo yang pernah saya kunjungi : Balikpapan, Ciwandan (Banten), Palembang dan Medan. Bagaimana tidak, bagian belakang depo sudah pemandangan laut lepas dan arah sebaliknya (bagian depan) pemandangan bebukitan. Depo ini juga satu-satunya yang membangun surau/musholla sebagai tempat sholat.

Meeting saya dengan semua karyawan Depo (baik individual maupun meeting bersama), juga cukup berkesan. Rata-rata mereka semua orang asli Aceh. Hanya beberapa saja yang orang luar Aceh dan campuran. Kalau mendengar mereka bicara bahasa Aceh, saya berasa lagi di dunia lain… roaming deh langsung he he. Tapi saking mereka sangat memegang erat kebudayaan mereka, banyak juga orang Aceh yang hanya bisa bahasa Aceh, tidak bisa bahasa Indonesia. Seru mendengar cerita dari orang lokal mengenai historical tentang Aceh… selama ini saya hanya tau Aceh pernah jadi daerah konflik, GAM yang ingin memerdekakan diri, banyak pelanggaran ham dan satu2nya provinsi yang memberlakukan syariat Islam (hukum cambuk dll).

Di lain sisi, berada di Banda Aceh, saya merasa seperti mundur 10-20 tahun kebelakang. Sama sekali tidak lihat ada gedung-gedung bertingkat (kecuali hotel), tidak ada jalan toll, tidak ada mall (hanya ada Matahari/Ramayana dan sejenisnya), tidak ketemu satupun Indomaret/Alfamart, tidak ada bioskop, tidak ada sama sekali kesan western/hedonism disini... Satu yang saya langsung sadari, kalau saya tinggal disini, pasti hidup saya akan sangat hemat sekali! *maklum emak emak

Karyawan bagian Sales yang kebetulan jadi “supir” saya selama disana, kebetulan orang asli Aceh tapi sudah sering merantau (kuliah & kerja) diluar Aceh, dan dia masih muda. Jadi secara logika, dia pasti bosan sekali disini kalau dibandingkan dengan kota2 besar lain yang dia pernah tinggali… tapi ketika saya tanya, jawabannya : “kalau bosan ya tinggal ke pergi pantai bu…pergi ke pulau Sabang… pergi ke Medan… orang2 sini kalau mau nonton bioskop, pergi shopping, mau nakal-nakal.. ya tinggal ke Medan saja….semua bebas disana”. Saya baru tau juga kalau di Aceh polisi syariahnya sedang berpatroli, bisa menangkap juga wanita yang berpakaian ketat… walaupun sudah berhijab. OMG!

Anyway, jam sudah menunjukan pukul 6 sore ketika meeting akhirnya selesai. Waktu sholat disini beda 1 jam lebih lambat dari Jakarta, jadi Maghrib disini baru menjelang jam 7 malam. Saya memutuskan balik ke hotel dulu untuk solat Maghrib sebelum makan malam dan cari oleh-oleh untuk keluarga. Jarak dari Depo ke Hotel sekitar 35 kilo dan sepanjang jalan itu sepiii sekali, tidak terlihat ada lampu penerangan jalan (pemandangan kiri kanan kalau tidak laut, ladang, kebun, pepohonan, rumah yang jaraknya berjauhan satu sama lain), jadi lebih baik segera pulang sebelum gelap. Baru setelah memasuki kota Banda Aceh, kiri kanan mulai ramai…  saya diajak makan di resto Canai Mamak, makanan khas Malaysia/Melayu. Walaupun saya sebenarnya bukan penggemar makanan ber-kari/santan, tapi saya coba saja Nasi Mamak Ayam Rendang, yang kata pelayannya tidak pedas, tapi buat saya cukup pedas. Ada juga nasi Briyani, roti Cane, dan menu2 lainnya. Mirip2 menu Arabian juga sih….

Seberapapun sibuknya jadwal ketika pergi ke kota yang baru, saya selalu sempatkan untuk paling tidak beli magnet tempelan kulkas icon kota tsb (karena koleksi), walaupun itu belinya di airport. Jadi beli ke toko souvenir wajib hukumnya :)  Pencarian souvenir dilakukan di depan Mesjid Baiturrahman yang sudah terkenal menjadi icon kota Banda Aceh. Sayang mesjid ini sedang di-renovasi jadi hanya bisa lihat kubahnya saja…  kalau engga sih pengen banget  merasakan sholat  disini. Harga-harga souvenir disini cukup murah dan antara 1 toko dan yang lainnya, rata2 menjual barang2 yang sama. Khas nya adalah kopi Aceh, pajangan rencong dan tas bordir. Kalau saya sih hanya beli frame rencong, kaos anak2 dan coklat khas Aceh (dibuat di Pidie), rekomendasi dari si Sales yang asli Pidie. Saya bukan penggemar kopi hitam, jadi gak beli kopi sama sekali. Buat saya kopi sachet 3 in 1 sudah cukup nikmat untuk memulai hari di kantor.
 “Pintu Aceh” jadi juga icon segala macam pernak pernik souvenir disini… belum sempat tanya lebih jauh mengenai pintu Aceh ini sih…jadi kurang tau juga kenapa pintu Aceh ini ada di banyak souvenir2 yang dijual. Hari yang melelahkan ini ditutup sekitar jam 10 malam, kembali ke hotel dan packing, karena besok flight saya jam 7 pagi, jadi jam 6 sudah harus di airport (huft!).  

Aceh… jadi provinsi kedua setelah Bali yang paling berkesan di Indonesia, versi saya. Buat kalian yang belum pernah kesini, it’s worth a visit, at least once in our lifetime.  
Saya bersyukur punya pekerjaan yang mengharuskan saya keliling Indonesia.. walaupun hanya ke beberapa kota saja. Allah memang punya banyak cara untuk membuat kita untuk selalu mensyukuri keindahan ciptaan-Nya.


Life live to the fullest.. go travel and see the world :)

Selasa, 10 Juni 2014

Matahari - Ku

M. Chalief Alfaris
Assalamu'alaikum Dede AL...

Udah lama Bunda ga nulis lagi di Blog.. bahkan tahun 2014 ini belum nulis sama sekali lho... maklum deh Bunda baru dapat pekerjaan baru sayang. Bulan April kemarin Bunda dapat pekerjaan baru yang lebih dekat kerumah, supaya bisa sama kamu lebih lama...

Sekarang kamu udah mau memasuki bulan ke-7 lho. Bener2 cepat perkembangan kamu nak, sekarang kamu udah mulai belajar duduk dan makan bubur! Ini pertama kalinya Bunda pisah sama kamu untuk 3 hari karena Bunda ada pekerjaan di Surabaya :( Rasanya kangen dan sedih jauh dari kamu. Karena 6 bulan ini kita selalu tidur bareng, rasanya sepi tempat tidur tanpa kamu nak..



Kamu bayi yang ceria, murah senyum, periang... sama seperti ayah mu :) 

Sehat terus ya Matahari-Ku. Doakan Ayah Bunda supaya sehat terus, mengalir rezeki yang berkah, dan bisa mendidik kamu dengan baik. Dalam tubuhmu, mengalir darah Ayah dan Bunda.. selamanya.

Jumat, 27 Desember 2013

Flashback 2013

Assalamu’alaikum dede..

Bunda baru sempet crita-crita lagi nih, rada canggung ngetik di keyboard, udah sebulan ga pegang komputer he he.. Sekarang kamu sudah lahir ke dunia dek, udah 1 bulan lebih usia kamu sekarang. Susah banget cari waktu senggang untuk nulis, bener-bener masa penyesuaian untuk kita semua, bunda, ayah, omah, opah...semenjak ada kamu ditengah-tengah kita. Mulai dari bingung kalau kamu nangis terus sampe gimana caranya merawat kamu dengan baik dan benar. Apalagi bunda yang masih shock dan trauma sama operasi sesar, jalan aja masih susah di 1 minggu pertama, udah harus segera belajar menyusui kamu dan harus banyak2 baca ilmu merawat bayi..dari googling, sampe beli buku2. Alhamdulillah sekarang semua berangsur-angsur membaik. Mumpung sekarang kamu lagi bobo dan tahun 2013 sebentar lagi akan berakhir, Bunda mau flash back mengenang tanggal2 penting di th 2013, supaya kamu tau, betapa th 2013 itu berarti banget buat Bunda. 

1 Jan 13 : Ayah dan Bunda menghabiskan malam taun baru di pulau Seribu nak, tepatnya di pulau Pari & Tidung, sekalian trip Jejak Langkah. Ini tahun baruan kita yang pertama, yah secara kita juga baru kenal di bulan Juli 2012. Selain itu, bulan January disibukkan dengan persiapan pernikahan Ayah & Bunda. Semuanya serba instant, dari cetak undangan di pasar Tebet, milih souvenir di Fine gallery klp Gading, sebarin undangan, fitting, dekor, catering...hoahh, ribet deh pokoknya karena acaranya digelar di Sukabumi, bukan di Jkt. Alhamdulillah, semua pihak bisa membantu agar acara ini bisa berjalan dengan lancar, tentunya atas izin Allah SWT juga.

24 Feb 13 : Ini salah 1 tanggal sakral di kehidupan Ayah & Bunda nak, karena ini hari dimana kita dipersatukan di hadapan Allah SWT, untuk bersama seumur hidup, sampai maut memisahkan. Walaupun acara diadakan diluar Jkt, seneng banget rasanya banyak teman dan relasi yang datang jauh2 untuk menghadiri pernikahan kita. Legaaa rasanya setelah semua proses berjalan lancar dan tentu saja yang lebih bahagia lagi karena kita berdua sudah resmi menjadi satu. Bali menjadi pilihan kita untuk merayakannya! Honeymoon yang cuma 3 hari rasanya kurang, tapi ga bisa diperpanjang karena kita berdua harus masuk kerja lagi. Yeah, it’s ok lah, lumayan daripada ga honeymoon sama sekali he he.

Awal April 13 (lupa tepatnya tgl berapa) :  Nah, disini saatnya kamu mulai menunjukkan tanda-tanda akan hadir kedunia nak. Karena Bunda udah telat mens beberapa hari dan mulai curiga. Alhamdulillah hasil test pack dari 2 merk yang berbeda menunjukkan 2 strip yang berarti Bunda hamil!!  Ayah ga percaya nak dan baru percaya setelah kita ke dokter kandungan. He he... ayah & bunda seneeeeeng banget, terharu campur ga percaya, secepat itu Allah kasih kita amanah ini. Allah Maha Baik dan ketentuan Allah pasti yang terbaik. Dengan perasaan senang luar biasa, kita langsung menyebarkan kabar baik ini ke keluarga terdekat dan sahabat2 yang tentu saja mendoakan supaya kita berdua selalu sehat dan selamat sampai persalinan nanti. 

20 Nov 13 : 9 bulan lebih dalam kandungan, tiba saatnya kamu harus melihat dunia nak...  Ayah Bunda sempet galau karena kamu belum juga menunjukkan tanda-tanda akan lahir, sampe di week 39. Akhirnya kita memutuskan akan menempuh jalan operasi sesar, karena khawatir akan keselamatan kamu kalau menunggu week 40 atau lebih. Bunda udah ikhlas kok, dengan segala resiko operasi. Bunda percaya, Allah akan lindungi Bunda. Hari Selasa malam (19 Nov), Bunda masuk RS dan tinggal di RS selama 5 hari. Tentunya Ayah selalu nemenin, ngurusin, nyuapin dan merawat Bunda nak... Bunda beruntung punya Ayah dan kamu juga beruntung punya Ayah yang baik dan sayang keluarga. Harusnya jadwal operasi kamu jam 8 pagi nak, tapi ada pasien lain yang lebih gawat jadi Bunda baru dioperasi jam 9 an. Ya Allah, rasanya lebih tegang dari menikah nak, Bunda udah nyiapin mental apapun yang terjadi, sampe resiko terburuk sekalipun. Ternyata meja operasi tuh serem juga yah dan kalo inget sekarang masih kebayang2 ngeri nya. Memang sih ga ada sakit apapun, tapi tetep aja ngebayangin perut sendiri dibelek dan di”acak2” itu rasanya menegangkan. Tapi itu semua terbayar ketika denger tangisan kamu nak...rasanya legaaa banget, kamu sehat, selamat, nangisnya keras, fisiknya lengkap... Bunda sempet cium kamu sekilas pas susternya kasih kesempatan untuk cium. Trus kamu di-adzanin sama Ayah di kamar bayi. Kamu putih dan bersiihhh banget ketika lahir. Tapi ketegangan belum berakhir nak... Untung efek biusnya lumayan lama, karena ternyata ada myoma di rahim bunda...Dokter sekalian angkat karena udah lumayan besar. Jadi waktu operasinya lumayan lama... bunda masuk jam 9 kurang dan keluar jam 10 lewat. Ayah sempet stress berat karena Bunda ga keluar-keluar juga. Bunda lebih stress karena lamaa banget operasinya, padahal orang2 biasanya operasi sesar paling lama 1 jam, bahkan 45 menit. Sampe bunda sempet muntah 1x mungkin karena efek anastesi. Setelah selesai dijahit, bunda dipindahin ke ruangan pemulihan dan diem disitu selama beberapa jam. Mulai deh segala rasa sakit terasa, karena efek anastesi sudah mulai hilang. Terutama bagian perut yang sepertinya belum berfungsi sebagaimana mestinya.  Dokter bunda aturannya harus stay di tempat tidur selama 24 jam, baru boleh latihan bangun dan jalan. Jadilah bunda rasanya tersiksa banget semalaman, udh diinfus, pake kateter, rahim yang berkontraksi tiap beberapa menit, bahkan geser badan aja bisa sakit luar biasa. Tiba waktunya setelah 24 jam, bunda harus latihan bangun dari tempat tidur... nak, seumur hidup bunda belum pernah merasakan sakit seperti itu, mana susternya galak lagi, bunda nangis kenceng banget karena nahan sakit yang luar biasa di bagian rahim.  Ayah sampe shock ngeliatnya. Tapi setelah itu memang berangsur2 membaik... walaupun kemajuannya agak lambat. Bunda mulai bisa jalan ke kamar mandi karena kateter udah dilepas, walaupun masih harus dituntun ayah. Tapi lama-lama bunda udah mulai bisa mandi dan jalan2 sendiri ke kamar bayi untuk jenguk kamu. Udah belajar menyusui juga walaupun ASI bunda baru keluar di hari ke-3 setelah kamu lahir.. semua memang butuh proses, manis ataupun pahit.. kita semua harus menjalaninya dengan ikhlas. Semua rasanya terbayar ketika lihat kamu sehat, lucu... semua orang bilang kamu ganteng nak. Banyak banget kado yang kamu dapat dan banyak juga yang jenguk kamu baik ke RS ataupun ke rumah. Rasanya seneeeng banget kalo banyak yang perhatian ketika masa-masa bahagia/susah kita. Sakit yang dirasa pun jadi terasa ga terlalu menyakitkan =) 

2013 memang tahun yang luar biasa untuk keluarga kita.. semoga Ayah & Bunda bisa membesarkan dan mendidik kamu dengan baik ya nak, ga hanya jadi orang tua tapi juga teman dan sahabat terbaik untuk kamu. Semoga keluarga kecil ini selalu dalam lindungan Allah SWT dan diberkahi di setiap langkahnya, amin amin YRA. Terima kasih Allah, untuk berkah dan anugrah yang tiada henti.

Selasa, 12 November 2013

WEEK 38!


Wuiww, ga terasa sekarang kehamilan ini sudah di minggu ke-38! 9 bulan sudah janin ini hidup di rahimku. Perasaan semakin berdebar-debar dan ga sabar pengen segera lihat bayi ini lahir ke dunia. Semakin hari, rasanya badan semakin berat, apapun aktivitas terasa semakin tidak nyaman untuk dilakukan, termasuk tidur! Setiap malam pasti terbangun karena posisi yang kurang nyaman dan pingin pipis hi hi.... ada untungnya juga sih jadi bisa solat malam. Sudah seminggu ini aku cuti dari kerja karena sudah ga sanggup lagi untuk 4 jam di perjalanan pergi & pulang kerja. Lagipula pikiran sudah ga fokus karena sudah terbagi dengan persiapan melahirkan dan tentunya persiapan mental untuk jadi seorang ibu. Menjadi seorang istri aja, berasa baru belajar, sekarang mau ga mau harus udah belajar untuk jadi seorang ibu. Rasanya masih ga percaya dan luar biasa menyenangkan ketika ada makhluk hidup dan bergerak di perut kita... Allah memang Maha Kuasa. Rasanya nalar manusia tidak akan pernah bisa mengurai keajaiban ini. Mau ngobrol dulu ah, sama si dede hihihii :

“Nak, apa kabarnya kamu di dalam sana?? Bunda & Ayah udah ga sabar pengen lihat kamu, peluk dan cium kamu... Terakhir di USG, kepala kamu belum masuk ke panggul nak... walaupun sudah ga sungsang lagi. Jadi bunda coba banyakin jalan-jalan , tapi belum tau nih ngaruh apa engga... nanti hari Jumat dicek lagi. Gerakan kamu sih tetep aktif seperti biasa. Yang unik nih, kalau kamu diem dan bunda mulai khawatir kamu kenapa-kenapa, kamu kaya yang merasakan kalau bunda pengen memastikan kamu baik-baik aja dan langsung deh kamu kasih kode, seperti tendangan atau geliatan badan kamu hihihi... kadang aneh kok bisa nyambung begitu, tapi itu udah terjadi beberapa kali loh... amazing! Semua ibu pastinya ingin lahir normal dan alami, bunda juga nak. Tapi bunda juga ga mau maksa, kalau memang tidak memungkinkan, ya terpaksa di operasi deh. Kita tunggu seminggu lagi sampai minggu depan ya nak... kamu yang sabar disana yah. Kalau minggu depan ga ada progress yang berarti, kayanya  bunda mau dioperasi aja, daripada di induksi belum tentu berhasil dan bunda punya asma yang takutnya kambuh pas nanti melahirkan kamu. Apapun caranya, smoga kita berdua sehat, selamat dan ga kurang suatu apapun, amiiiin! 
Oh iya, Bunda blom cerita ya, kemarin waktu bunda ulang tahun, bulan kemarin, Ayah kasih kejutan loh, beliin kue ulang tahun red velvet trus dikasih lilin kuenya dan ngucapin jam 12 malam hihihi... Ayah romantis banget deh. Ulang tahun kali ini bener-bener berbeda dari ulang tahun di tahun-tahun sebelumnya nak... biasanya Bunda cm dapat ucapan dari orang tua dan sms/telp/pesan dari temen2 aja. Ditambah beberapa kado juga sih dari mereka. Tapi tahun ini beda nak.. ini ulang tahun paling bahagia, karena bunda udah dikasih kado kamu dan Ayah dari Allah. 1 paket sekaligus! Itu ga bisa ternilai dengan uang nak... malahan rasanya lebih bahagia daripada jalan-jalan keluar negeri hehehe. Bunda kangen juga sih, waktu single dulu, bisa bebas kemana-mana... jarang ada dirumah karena sibuk dengan berbagai aktivitas. Sering naik pesawat dan mengunjungi negara-negara tetangga... tapi sekarang udah ga bisa. Yah, tapi itu cm kangen sesaat aja karena buktinya sekarang bunda happy banget dengan kehidupan saat ini. Nanti kita jalan2 kalau kamu udah cukup besar ya nak... kita ke Jogya, kan om Ephan mau nikah disana. Trus kalau ada rejeki, nanti kita ke Bali... nengokin tante Lie disana. Kamu pasti suka disana karena ayah & bunda aja suka banget sama Bali... pengennya suatu hari nanti bisa tinggal disana dek... doain yah! Ok, Bunda solat Ashar dulu ya nak.. ntar kita cerita-cerita lagi. I love you, my dear son!”

Senin, 30 September 2013

Week 32

Dear Son,
Kamu udah masuk bulan ke 8 sekarang nak, tendangan kamu semakin kuat dan aktif sekali.. Bunda semakin ga sabar untuk lihat kamu lahir kedunia :-)
Minggu lalu ayah, bunda, nenek dan kakek coba untuk USG 4 dimensi karena mau memastikan kamu sehat dan ga ada kelainan apapun.
Tapi kamu ternyata pemalu ya dek, suka tutupin muka kamu pas lg diintip ehehee... tp bunda lega karena kamu sehat dan normal. Sempet sediikit muka kamu kelihatan hihihi...ada videonya lg jd bunda bs ulang2 terus videonya kalo kangen sama kamuu...
Berat kamu juga udh sekitar 2kg, alhamdulillah.
Doain ayah bunda bisa sehat terus ya dek, banyak rezekinya, jadi orang tua yang baik buat kamu.. amiiin!

Kamis, 29 Agustus 2013

7 Months and Happy :-)

Dear son,

Sekarang usiamu sudah menginjak bulan ke 7... perut Bunda sudah bertambah besaaaar sekali! Terakhir kamu di USG, alhamdulillah beratmu sudah sampe 1kg! Gak terasa... 10-12 minggu lagi kamu akan lahir nak. Bunda udah mulai beli2 baju dan perlengkapan kamu. Gak sabar soalnya... :-)

Bunda sempat khawatir karena kemarin posisi kamu masih sungsang.. tapi karena Bunda sering sujud, jadi sekarang kamu sudah normal posisi nya.. alhamdulillah!
Rasanya luarr biasa kalau kamu lagi nendang-nendang perut Bunda... Bunda ga pernah merasa kesepian lagi dimanapun, karena kamu selalu nemenin.  Ayah juga selalu sama Bunda, jagain Bunda, urusin Bunda, doain kita berdua supaya sehat dan selamat sampai hari nanti kamu dilahirkan. Bunda sayang banget sama Ayah... ga kebayang kalau harus menjalani kehamilan ini sendirian. Kita berdua selalu berdoa dan jagain kamu supaya selalu sehat, selamat dan nyaman didalam sana.

Kehamilan trimester 2 ini lebih berat dari trimester sebelumnya. Bunda sempat ada flek coklat karena kecapekan ketika Lebaran kemarin trus sempet diare dan mual juga nak.. kalau trimester 1 paling cuma flu aja. Untung kamu gak apa2. Kamu tetap aktif dan sehat didalam rahim Bunda. Maafin Bunda ya nak... Bunda bandel kebanyakan jalan2.. makannya juga ga dijaga. Bunda janji, akan lebih hati-hati lagi... Omah juga marah sama Bunda karena ga jaga kamu dengan baik, dengan makan sembarangan. Jadinya Bunda harus makan banyak obat dan kamu pasti kurang nyaman. Sabar ya kalau Bunda setiap hari harus pergi kerja demi kamu, demi keluarga. Kamu harus jadi anak yang kuat, sehat, tegar dan mandiri. Itu yang Alm. Kakek selalu ajarkan sama Bunda... dan yang akan Bunda ajarkan sama kamu sejak kamu dalam kandungan sampai besar nanti. Insya Allah.